Hingga September, baru 58 persen anggaran penanganan Covid-19 di Kota Jayapura yang terserap

 Pemerintah Kota Jayapura, Papua, menyiapkan dana Rp32,4 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun hingga awal September 2020, baru sekitar Rp18,9 miliar atau 58 persen anggaran yang sudah tersalurkan.

“(Masih ada) sisa Rp13 miliar. Saya minta kepada gugus tugas untuk menggunakan dana sisa ini dengan baik karena kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (14/9/2020).

Dikatakan Tomi Mano, dana yang sudah tersalurkan itu harus jelas laporannya oleh kelompok kerja gugus tugas Kota Jayapura, mulai dari foto kegiatan, digunakan untuk apa, berapa banyak. Termaksud penggunaan dana bantuan fresh money maupun bantuan berupa barang.

“Dalam dua hari ini akan ada pemeriksaan keuangan dari BPK. Kami sangat siap diperiksa, termasuk penggunaan dana (penaggulangan) Covid-19 di Kota Jayapura. Tadi saya baru melakukan pemeriksaan virtual,” ujar Tomi Mano.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan anggaran digunakan sesuai peruntukannya untuk mencegah penyebaran korona.

“Dana itu digunakan untuk pemberian bantuan sembako, sosialisasi, serta insentif dokter dan perawat yang menangani pasien positif Covid-19, dan lain-lain. Kami siap diperiksa oleh BPK Papua,” ujar Rustan.;

Pada kesempatan tersebut, Rustan minta warga tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sehingga bisa memutus penyebaran korona. (*)

Bagikan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *