Belajar Tatap Muka di Kota Jayapura masih dikaji

Pemerintah Kota Jayapura akan memberlakukan Belajar Tatap Muka di sekolah bagi Sekolah Menengah Pertama di tengah pandemi virus korona. Namun, masih dilakukan kajian supaya pelaksanaannya berjalan sukses.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, tidak ada murid dan guru yang tertular virus korona dengan dibukanya sekolah untuk aktivitas belajar mengajar. Protokol kesehatan terus dilakukan kajian mulai dari kesiapan alat pengukur suhu tubuh, maskes, menjaga jarak, adanya tempat cuci tangan, dan mengatur jam pembelajaran dalam kelas.

Belajar di sekolah dinilainya sangat penting dan efektif, namun belajar di rumah atau istilah belajar secara virtual juga dinilai penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa.

“Saya pikir kalau kondisi belum memungkinkan maka kita harus sama-sama bergotong royong dalam anak-anak di rumah dalam belajar. Kami masih lakukan kajian khusus,” ujarnya, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (18/9/2020).

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan angka penularan virus korona semakin tinggi sejak pemberlakuan new normal atau kenormalan baru. Dalam sehari ditemukan ada 25 kasus.

Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah sehingga Belajar Tatap Muka di sekolah perlu dilakukan kajian lebih mendalam sehingga tidak merugikan peserta didik, orang tua, peserta didik, dan tenaga pendidik.;

“Belum memungkinkan dibukanya Belajar Tatap Muka di sekolah, kalau semua sarana dan prasarana serta kesiapan sekolah maka kemungkinan besar sekolah dibuka untuk aktivitas belajar tapi dibatasi,” ujar Tomi Mano.

Kota Jayapura terdapat lima distrik, namun dari semuanya itu hampir semuanya masuk dalam zona merah karena angka penyebaran virus korona yang terus bertambah sehingga dilakukan pembatasan untuk sekolah yang boleh dilakukan Belajar Tatap Muka.

“Semua ini demi keselatan kita semua sehingga tidak ada yang dirugikan bila belajar di sekolah diterapkan. Saya ingin semua warga saya sehat supaya bisa menjalan aktivitas dengan normal, tanpa ada hambatan dan gangguan khususnya Covid-19 ini,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta sekolah dapat menjelaskan secara rinci saran dan kebutuhan yang diperlukan dalam menykseskan proses belajar mengajar di sekolah.

“Orang tua di rumah juga harus mendukung dengan mengawasi anak-anak mereka sehingga tidak keluyuran, namun fokus belajar disaat jam belajar,” ujar Tomi Mano. (*)

Bagikan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *