Penjualan daging ayam di sejumlah pasar Kabupaten Jayapura masih lesu

Walau aktivitas pasar mulai menggeliat seperti biasa, namun pengunjung tidak seramai sebelum pandemi Korona.

Di eks Pasar Doyo, di Distrik Waibu Kabupaten Jayapura, kunjungan pembeli menurun. Pengambilan daging ayam pun berkurang, padahal harganya sudah turun sejak dua pekan lalu, dari kisaran 60-70 ribu perekor menjadi 55 ribu – 65 ribu perekor.

“Walau harga daging ayam sudah turun, tapi pembeli masih sepi-sepi saja,” kata Sumiyati penjual daging ayam asal Malang Jawa Timur, kepada Jubi , Rabu (16/9/2020)

Sebelum Pandemi, Sumiyati mengaku bisa menjual 30-40 ekor perhari. Tapi kini paling banyak 30 ekor. Tak jarang jualannya tersisa sampai 10 ekor. Tak berpindah ke tangan pembeli,” ucapnya.

Ayam pedaging yang ia jual ini, berasal dari peternak ayam pedaging di Jayapura.

“Saya tidak pernah ambil ayam impor, berisiko sekali. dalam sekali berjualan itu tidak bisa pastikan berapa besar yang kami dapat, soalnya pembeli ini sangat tidak begitu banyak, nasib-nasib saja,” ucap Sumiyati.

Dia mengaku cukup khawatir dengan makin meluas nya pandemi. Tapi mau bagaimana lagi. Dia harus tetap mengais rejeki dengan berjualan. “Kalau bilang takut Corona ya takut juga tapi kalau tidak beraktivitas mau makan apa, saya berjualan sambil jaga kesehatan juga, jadi saya sediakan sabun cuci tangan setelah melayani pembeli,” jelasnya.;

ia hanya berharap agar wabah ini cepat berlalu, agar ekonomi dapat normal kembali.

Ikzan, penjual ayam potong lainnya di Pasar Pharaa, Sentani juga mengeluhkan hal serupa

“Perekor yang sebelumnya itu Rp60-75 ribu sudah turun menjadi Rp55-60 ribu, tapi pembeli sedikit sekali. Jadi kami berjualan juga hati-hati, kalau ambil banyak tapi nanti rugi ,” katanya, (*)

Bagikan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *