Sapi hasil penggemukan lokal siap penuhi kebutuhan PON XX

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura memastikan ketersediaan daging sapi mencukupi untuk kebutuhan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Kebutuhan itu dipenuhi dari usaha penggemukan sapi oleh peternak lokal.

“Stok sapi ada 14 ribu ekor di Kabupaten Jayapura, sedangkan kebutuhan PON (diperkirakan) hanya sekitar 600 ekor. Sejumlah sapi pejantan bahkan sudah ada yang siap dipotong,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Sambodo Samiyana, Senin (21/9/2020)

Ternak sapi tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di Indonesia. Proses penggemukannya berlangsung paling lama enam bulan.

“Pejantan digemukan (dibesarkan) terlebih dahulu sebelum (dipotong untuk) diambil dagingnya. (Adapun) sapi betina dibiarkan (terus dipelihara) untuk pembibitan,” ujar Sambodo.

Dinas Perkebunan dan Peternakan juga melakukan pembinaan terhadap peternak lokal. Mereka dibimbing sehingga memahami cara pemeliharaan sapi yang baik.

“Mereka masih belum terbiasa dengan pemeliharaan yang baik. Kebanyakan sapi selama ini dilepas padahal seharusnya dikandangkan untuk penggemukan. Pemberian pakan juga harus diperhatikan, sesuai kebutuhan (umur dan bobot) sapi,” jelas Samiyana.

Dia mengaku pasokan sapi untuk penggemukan maupun pembibitan mengalami kendala pada tahun ini. Akses transportasi dari daerah pemasok sangat terbatas akibat pandemi Covid-19.;

“Kami bekerja sama dengan (peternak) Lombok (Nusa Tenggara Barat) untuk mendatangkan sapi berkualitas terbaik. Pengirimannya sudah direncanakan sejak tahun kemarin, tetapi (realisasinya) terkendala karena pandemi Covid-19,” kata Sambodo.

Sementara itu, para peternak lokal mengaku sengaja melepas sapi mereka agar mencari makan sendiri karena kekurangan tenaga kerja. Mereka juga mengaku belum pernah mendapat bimbingan dari pemerintah setempat.

“Saya lepas sapi-sapi ke hutan di samping rumah. Kalau ada dua atau tiga orang yang bisa membantu memberi makan, mungkin sapi-sapi itu bisa dipelihara di kandang,” kata Hendrik, peternak sapi di Nimbokran. (*)

Bagikan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *